Minggu, 12 Juni 2011

artikel kesehatan


1.       OBAT ( Tradisional dan Modern )

Obat Tradisional adalah obat yang dibuat dari tumbuhan yang diolah dengan cara yang sangat sederhana dan membutuhkan tenaga manusia yang sangat besar.
Obat Modern adalah obat yang dibuat dengan menggunakan mesin dan tanpa ada sentuhan manusia sedikit pun.
Untuk keunggulan khasiat obat Tradisional sangatlah manjur sekali sedangkan untuk obat Modern lebih lama unutk merasakan khasiat dari obat tersebut. sedangkan untuk kebersihan sangatlah jelas sekali karena obat Modern di kerjakan oleh mesin dan ke-sterillannya masih terjaga baik, untuk obat Tradisional ke-sterillannya sangatlah tidak terjamin karena dikerjakan/diolah oleh tangan manusia dengan dibantu oleh alat tradisional yang tidak terjamin kebersihannya.
Jadi untuk pemilihan obat yang baik pilihlah obat yang berkhasiat seperti obat Tradisional tapi tetap terjaga mutu dan kebersihannya seperti obat Modern.

2.       FARMASI

Farmasi (Inggris: pharmacy, Yunani: pharmacon, yang berarti: obat) merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia, yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas dan keamanan penggunaan obat. Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. Kata farmasi berasal dari kata farma (pharma). Farma merupakan istilah yang dipakai di tahun 1400 - 1600an.
Institusi farmasi Eropa pertama kali berdiri di Trier, Jerman, pada tahun 1241 dan tetap eksis sampai dengan sekarang.
Farmasis (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.
3.      DINAS KESEHATAN
Posted on 25 March 2011.

Ibarat sebuah lingkaran besar penyebab kematian pada anak-anak, maka inti sebagai lingkaran kecil yang berada di dalam lingkaran besar (lihat gambar), merupakan kondisi kekurangan gizi yang menyebabkan kematian bila anak-anak menderita suatu penyakit. Penyakit yang dapat mematikan anak-anak ketika asupan gizinya kurang, antara lain penyakit saluran pernafasan (termasuk pneumonia), diare, dan campak. Saat ini telah terjadi pula tragedi nasional atas kematian anak-anak akibat demam berdarah. Penyakit ini cenderung berkaitan erat dengan kondisi kekurangan gizi.
Interaksi Kejadian Gizi Buruk dengan Penyakit Infeksi yang Mematikan
Interaksi Kejadian Gizi Buruk dengan Penyakit Infeksi yang Mematikan
Kejadian akibat penyakit infeksi telah menurunkan status gizi anak, bahkan dapat berakibat fatal dengan terjadinya kematian. Status gizi buruk pada anak akibat asupan gizi yang jelek, cenderung meningkat seiring dengan menurunnya kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan dan pelayanan kesehatan. Gizi buruk pada anak yang semakin memprihatinkan, bila tidak segera dilakukan upaya-upaya khusus, dalam jangka pendek maupun jangka panjang generasi yang hilang (lost generation) bagi bangsa ini akan semakin jelas. Salah satu langkah bijaksana yang dapat dilakukan secara simultan adalah eliminasi kekurangan gizi pada ibu dan anak. Ibu dan anak adalah kelompok sasaran yang paling rentan terhadap kekurangan gizi. Terlebih pada keluarga miskin yang paling kecil aksesnya terhadap pangan maupun pelayanan kesehatan, baik berupa akses fisik maupun berupa akses ekonomi

4.       HARGA-HARGA OBAT

Daftar harga obat-obatan

Prevathon  = Rp 118.000 net
Virtako      = Rp 163.000 net